Pandemi Covid-19 Bawa Angin Segar Bagi EBT?

Uncategorized

Pertama, mari kita bahas dari sisi permintaan dan penyediaan kebutuhan energi di Indonesia. Ditinjau dari sisi permintaan energi, diketahui bahwa berdasarkan studi internasional, Pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan kebutuhan energi listrik sebesar 3-10% secara global. Untuk negara Indonesia sendiri khususnya di Pulau Jawa, terjadi penurunan kebutuhan energi listrik sebesar 10%. Konsumsi listrik rumah tangga  meningkat, sedangkan penurunan konsumsi listrik yang lebih besar terjadi pada industri dan komersial.

Hal ini karena sektor industri dan komersial atau beberapa tempat umum terpaksa menghentikan aktivitas yang berdampak pada penurunan konsumsi listrik. Oleh karena itu,  konsumsi listrik di Rumah tangga meningkat karena masyarakat melakukan kerja dari rumah atau Work From Home. Setelah mengetahui permintaan energi, selanjutnya kita akan meninjau sisi penyediaan energi itu sendiri. Penyediaan energi termasuk Energi Terbarukan terimbas dampak yang cukup besar akibat pandemi COVID-19.

Saat ini, total penyediaan Energi Terbarukan masih jauh lebih kecil dibandingkan penyediaan energi fosil. Jenis Energi Terbarukan yang memiliki peranan terbesar di Indonesia antara lain energi panas bumi, air, angin, biomassa, dan biodiesel. Peningkatan pasokan Energi Terbarukan terus didorong seiring meningkatnya kekhawatiran akan kenaikan harga energi fosil serta dampak lingkungan dari penggunaan energi fosil itu sendiri. Selanjutnya, lantas bagaimana Proyeksi dan Upaya untuk Mengakselerasi Energi Terbarukan pada masa pandemi Covid-19 demi Memenuhi Permintaan dan Penyediaan Energi? Berikut penjelasannya.

Tahun 2020-2021 merupakan waktu yang krusial untuk memulai proses transisi energi Indonesia. Proyek di bidang energi terbarukan cukup menjanjikan bagi pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Saat ini, lebih dari 11 juta orang bekerja di sektor EBT secara global, Investasi ambisius dalam EBT bahkan dapat menghasilkan 63 juta pekerjaan baru pada tahun 2050. Sebaliknya, industri bahan bakar fosil diperkirakan akan kehilangan lebih dari 6 juta pekerjaan selama periode waktu yang sama, dibandingkan dengan tingkat pekerjaan saat ini.

Nah, ingin tahu bagaimana kelanjutannya?

Yuk, simak lebih lanjut, disini

0
    0
    Your Cart
    Your cart is empty